Rabu, 11 Agustus 2010

RESIKO DI HUJAT

Dahlan Iskan : Resiko Dihujat

Listrik di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, padam. Heboh. Ribuan penumpang ngomel, marah, dan menghujat. Terutama menghujat PLN. Dan juga tentu menghujat saya. Apalagi, mati listrik itu terjadi pada waktu puncak-puncaknya: menjelang jam penerbangan pertama, di hari Jumat yang lebih ramai daripada hari apa pun, dan menjelang bulan puasa ketika banyak orang akan melakukan perjalanan suci berbakti kepada orang tua, termasuk ke kuburan mereka.

Nama PLN yang selama ini sudah buruk itu hancur lebur di Bandara Soekarno-Hatta pagi itu. Bahkan, hancur di mata seluruh bangsa Indonesia. Sebuah headline surat kabar yang memang biasa mengkritik PLN menulis: Byar-pet telah memalukan bangsa!

Sungguh masuk akal bila hari itu tidak ada satu pun orang yang berpikir bahwa mati lampu di bandara tersebut bukan kesalahan PLN. Masuk akal juga kalau tidak ada yang berpikir bahwa bisa saja instalasi listrik di dalam bandara itulah yang mengalami gangguan. Bahkan aneh sekali. Mengapa UPS yang mestinya otomatis mengambil alih daya listrik secara darurat itu
tidak berfungsi.

Begitulah hukum alam. Seorang koruptor yang istrinya dua dan rumahnya mewah akan kelihatan lebih jahat daripada seorang koruptor yang lebih besar, tapi istrinya satu dan rumahnya biasa saja karena berhasil menyimpan uangnya di luar negeri yang tidak ketahuan siapa pun.

Ada cerita lainnya: kontraktor Jepang, Mitsubishi, mengerjakan pemborongan pembaruan pembangkit listrik di Muara Karang, Jakarta. Alat beratnya menghantam instalasi listrik dan membuat sebagian kawasan Jakarta padam. Hari itu nama PLN juga babak belur. Masyarakat Jakarta sudah trauma. Bisa-bisa akan berbulan-bulan lagi terjadi pemadaman bergilir. Meski hari itu listrik bisa dipulihkan dalam waktu lima jam, nama sudah telanjur hancur.

Orang tahunya PLN itu memang sudah parah. Tidak mungkin Mitsubishi bisa salah. Pasti PLN yang salah. Apalagi, pihak Mitsubishi yang semula sudah setuju untuk meminta maaf secara terbuka ke publik akhirnya menolak. Alasannya, kantor pusatnya di Tokyo tidak setuju. Saya memaklumi alasan itu karena begitu perusahaan itu meminta maaf akan sangat rawan gugatan.
Siapa pun yang menggugat, Mistubishi akan langsung kalah. Sudah meminta maaf berarti sudah mengakui berbuat salah. Di mata Mitsubishi barangkali muncul logika ini: sekalian saja biar PLN yang salah.

Di kota Pematang Siantar (Sumatera Utara), masyarakat yang baru saja menikmati hilangnya pemadaman bergilir bertahun-tahun menghujat PLN lagi. Kali ini listrik di kota itu memang padam cukup luas. PLN hanya bisa menerima hujatan itu, meski mati lampu tersebut sama sekali tidak disangka-sangka. Hari itu seseorang yang lagi marah mengamuk membabi-buta. Itu terjadi karena jaringan di rumahnya diputus akibat ketahuan mencuri listrik. Diam-diam dia pergi ke suatu tempat yang vital. Mengamuk dan memutuskan jaringan penting listrik di sana. Polisi memang berhasil menangkap orang tersebut, tapi kekecewaan masyarakat yang
listriknya mati tidak terobati.

Di Cianjur Selatan (Jawa Barat), masyarakat juga marah. Hari itu hujan angin luar biasa hebatnya. Disertai petir dan halilintar. Jaringan di Cianjur Selatan putus. Pemulihannya memerlukan waktu lebih dari lima jam. Kali ini PLN benar-benar salah.

Setelah diperiksa, ternyata jaringan ini terlalu panjang tanpa dipasangi LBS di tengah-tengahnya. Jaringan itu panjangnya 15 kilometer tanpa LBS sama sekali. Seharusnya, setidaknya di tiap 3 kilometer dipasangi LBS. Dengan demikian, kalaupun listrik mati karena bencana alam, perbaikannya akan lebih cepat. Tidak harus membutuhkan waktu lebih dari lima jam seperti itu. Bahwa petugas harus memulihkan jaringan itu sambil mengarungi hujan badai, itu sudah biasa. Tapi, bahwa tidak ada LBS di tengah-tengah jaringan panjang itu memang kesalahan sistem di PLN.

Setelah kejadian itu, PLN di seluruh Indonesia diminta untuk memeriksa di mana saja ada jaringan yang terlalu panjang yang tidak dipasangi LBS. Rasanya tidak perlu dijelaskan apa itu LBS karena begitu banyak peralatan listrik yang memang sulit dijelaskan. Dan tidak perlu. Yang penting listrik jangan mati.

Ternyata memang banyak listrik mati akibat kesalahan sistem PLN seperti itu.

Yang terakhir ini kesalahan saya juga: Waktu saya ke Istana Bogor Jumat lalu, saya menyempatkan diri menemui dan berdialog dengan karyawan PLN di Bogor. Hari sudah malam. Di luar lagi hujan deras. Saat itulah radio panggil petugas PLN bersuara: Lima tiang listrik di lereng Gunung Salak roboh. Saya bertanya, jam berapa ini. Sekitar jam 22.00.

Saya terus mendengarkan dialog di pesawat komunikasi itu. Suaranya agak kurang jelas. Rupanya petugas di sisi sana lagi di tengah-tengah hujan. Dia sudah berusaha untuk bersuara sekeras mungkin, tapi masih kalah dengan suara angin ribut. ''Jurangnya dalam sekali,'' bunyi suara di radio komunikasi itu.

Dari seberang sana terdengar pertanyaan apa yang harus diperbuat. Jiwa saya terbelah. Di satu pihak saya membayangkan alangkah menderitanya masyarakat yang listriknya padam di lereng Gunung Salak itu. Di lain pihak saya bergulat dengan perasaan: Akankah saya memaksa petugas itu memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan itu? Akankah saya harus mengorbankan jiwa mereka?

Saya tercenung agak lama. Kadang sebuah keputusan begitu sulitnya. Bahwa PLN dan saya dihujat, baik akibat kesalahan sendiri maupun bukan, tidak bisa dihindari. Tidak ada resep yang lebih baik kecuali terus bekerja keras.

Saya hanya ingat ketika awal-awal membenahi Jawa Pos pada 1982. Waktu itu begitu lemahnya Jawa Pos sehingga orang Surabaya sendiri tidak tahu di mana alamat Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun itu.

''Di mana sih Jawa Pos itu?''

''Di depan Bank Karman,'' jawab saya.

Bank Karman. Begitu kecilnya bank itu, tapi masih lebih terkenal daripada Jawa Pos. Maka timbul dendam dalam jiwa saya: saya harus membuat Jawa Pos setidaknya akan menjadi lebih terkenal daripada Bank Karman! Kalau suatu saat ada yang bertanya di mana itu Bank Karman, akan saya jawab dengan gagah berani: di depan Jawa Pos!

Dendam yang sama kini muncul di jiwa saya. Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada Bandara Soekarno Hatta. Dengan demikian, kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi
menghujat PLN.

Saya serahkan kepada-Nya mengenai hasilnya. (*)

it's really orang yang bener bener sabar

Readmore a.k.a selengkapnya

Kamis, 05 Agustus 2010

efek EfekRedenominasi

apa seh redominasi itu?? yang sekarang lagi rame di bicarakan di media televisi DI Indonesia,
Redominasi adalah pembuangan angka 0 yang percuma tapi tidak merubah nilai mata uang tersebut, semisal begini. Rp 1.000 = menjadi Rp 1. Nah jadi cuman angka 0 nya aja yang hilang, misal mau beli handphone harga Rp. 1.000.000 = akan menjadi Rp. 1.000 ...nah kira kira seperti itu..jadi nilai mata uang kita ga berubah sama sekali...cuman penyebutanya angkanya aja yang hilang...

namun pagi ini habis rapat buka twitter, ane ngakak guling guling liat Richard A.k.a Nsane ngetwett tentang redenominasi, mungkin betul juga kata dia, dari pada stress mikiri redominasi rupiah lebih baik di plesetin aja dan hasilnya yang ane liat dari twitter semua orang ngakak guling guling hahahah, mungkin apalagi yang (maaf ya) Megawati gak mau di redominasi karena akan berubah menjadi kilowati (maaf yah bagi yang merasa namanya megawati ) mungkin berikut tweet hasil hastag dengan hastag #efekredominasi adalah sebagai berikut :

  1. Kepulauan Seribu menjadi kepulauan Satu | #EfekRedenominasi
  2. "Mati 0.001, tumbuh 1" (peribahasa) | #EfekRedenominasi
  3. Dongeng 1001 malam menjadi Dongeng "1 mlm 10 menit" | #EfekRedenominasi
  4. "Aku mau hidup 1 tahun lagi" (Chairil Anwar) | #EfekRedenominasi
  5. "Mengucapkan beribu-ribu terimakasih menjadi mengucapkan bersatu- satu terimakasih" | #EfekRedenominasi
  6. Istilah maling itu mengambil langkah seribu menjadi maling itu mengambil langkah satu .. | #EfekRedenominasi
  7. "Megawati menolak #redenominasi krn tak mau namanya menjadi Kilowati." | #EfekRedenominasi via @AdheNovara
  8. "Ulat kaki seribu menjadi ulat kaki satu" | #efekredenominasi via RT @widyaditya :D
  9. Lagunya melinda dari cinta satu malam jd cinta 0,001 malam | #efekredenominasi via @mithamutiara
  10. "1000 jalan menuju Roma menjadi 1 jalan menuju Roma .." | #efekredenominasi via @TessyPenyami
  11. Hadiah undian tabungan kan suka ngasih 1000 unit motor, skrg jadi cukup 1 unit motor aja .." | #EfekRedenominasi
  12. Jd "jatuh cinta, beribu rasanya" | #EfekRedenominasi :D RT @agytta: sing: "jatuh cinta, berjuta rasanya" jd --» ... ??
  13. "sekarang program tanam seribu pohon jadi cukup satu pohon saja .." | #efekredenominasi via @widyaditya
  14. Pertandingan NBL musim depan akan diubah menjadi 4 x 0.02 menit | #EfekRedenominasi via @Tile41
  15. Indonesia diguncang gempa 0,0065 SR | #efekredenominasi via @samueldiwa
  16. Lagu pahlawan jg di ubah "Gugur 0,001 tumbuh 1" | #EfekRedenominasi via @naoeliverson3
  17. Hukuman koruptor dari 10 tahun penjara jadi 0,01 tahun,ato cuma 37 hari,1bulan1minggu.. Ckckck #efekredenominasi
  18. Jumlah pengangguran di DKI jakarta menurun cepat,dari 500ribu,skarang tinggal 500 orang saja,luar biasa... #efekredenominasi

ngakak dah guling guling tuh, thank's mas bro Ricard leo latunusa a.k.a Nsane dah buat ngakak hari ini Readmore a.k.a selengkapnya

Kamis, 15 Juli 2010

Teka-teki ayam atau telor duluan terjawab sudah

wew ingat dulu sering main tebak tebakan dengan teman teman menganai pertanyaan ini, "duluan mana ayam sama telornya??" namun terkadang kita jawabnya ngeyel yaitu "Kataraan" atau tempat ayam mengerami telornya hahahah dan yang pasti itu gak menjawab pertanyaan hahahaha Melihat di berita metro Tv news Katanya Para Ilmuan menemukan jawabannya yang isinya seperti ini Seperti dilaporkan Mailonline, para peneliti menemukan bahwa pembentukan kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Artinya, telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam.

Protein yang disebut ovocledidin-17, atau OC-17 - bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.

Cangkang keras ini penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para ilmuwan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer untuk men-'zoom in' pembentukan telur tersebut.

Komputer yang disebut HECToR itu mengungkapkan bahwa OC-17 sangat penting dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur.

Protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang membentuk kulit telur.

Kalsit kristal ada di berbagai tulang dan tempurung tetapi mereka terbentuk lebih cepat di dalam ayam. Unggas itu mampu menghasilkan 6 gram kulit telur setiap 24 jam.

Dr Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield, mengatakan : "Selama ini orang mengira bahwa yang terlebih dulu ada adalah telur, tapi kini kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sebenarnya ayamlah yang lebih dulu ada."

"Protein itu sudah diidentifikasi lama dan diketahui terkait dengan pembentukan telur. Ternyata, dengan memeriksanya secara jeli kita dapat melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur."

"Menarik untuk diketahui bahwa berbagai jenis spesies burung tampaknya memiliki variasi protein dengan cara kerja yang sama," kata Freeman.

Profesor John Harding, dari jurusan yang sama di Sheffield, mengatakan bahwa penemuan itu bisa berguna untuk hal lain.

"Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju rancangan baru maupun bahan baru," katanya.

'Alam telah menemukan solusi inovatif untuk semua jenis masalah dalam ilmu tentang materi dan teknologi - kita dapat belajar banyak dari alam."

Penemuan itu dipublikasikan dalam makalah "Structural Control Of Crystal Nuclei By An Eggshell Protein" .

Tapi menurut aku kayaknya dari penjelasannya belum menjawab pertanyaan awal duluan mana ayam sama telornya, kalaunya menurut ku penjelasan para ilmuan tadi adalah tentang proses terjadinya telur dan mereka tidak memikirkan darimana Ayam Berasal padahal ayam kan berasal dari telur. sebenarnya satu aja jawaban untuk menjawab pertanyaan ini Yaitu kita Harus Percaya Bahwa yang Menciptakan segala sesuatu di Dunia ini Hanya Allah SWT.

Readmore a.k.a selengkapnya

Manyasal Manang (Menyesal Menang)

cerita ku kutip dari cerita salah satu kisah yang sering muncul di harian terkemuka yang ada di Kalimantan Selatan yaitu cerita dari SI PALUI, kalaunya orang dari Kalsel Pasti tau lah sapa seh si palui, sapa seh tulamak, sapa si Garbus, heheheh nah di episode keberapa yah, terdapat satu cerita yaitu Manyasal manang, nagapa isi (isinya apa)mari kita lihat disini heheh biar lebih kelihatan khas mungkin aku bikin Bahasa Banjar aja Yahhhhh nangkaya ini kisahnya (seperti ini ceritanya)

IMBAH tuntung Piala Dunia nang di Afrika Selatan, Palui pina rancak banar talihat maungut di palataran rumahnya. Tapi, bingung jua pang. padahal inya umpat mandukung Spanyol. Kalihatan pas acara nonbar wan bubuhan kampung di Pos ronda, inya pina paiyanya bakuriak wan baluncat pas Spanyol manang.

Garbus wan Tulamak nang umpat Walanda tuhuk dihulutinya, sampai handak bakalahian. Apalagi, Tuhirang nang jua maingkut Spanyol, umpat-umpatan jua mahabui.

Nang kaya urang nang ampun nagara pang bubuhannya handak bakalahian. Padahal, nyata-nyata, nang manuntun di pos itu, kada urang spanyol atawa Walanda.

Untung ada Pambakal nang manyabari. Jaka kada, katapukan pang buhannya batamparan. “Buhan ikam nih macam-macam haja, pandukung Spanyol wan Walanda di Afrika Salatan haja kada bakalahian, buhan ikam bakalahian lah,” jar pambakal wayah itu.

“Kalah taruhan kada mungkin,” jar Tuhirang bingung malihat Palui taungut.

“Iih, nyata ai kada mungkin, apa nang ditaruhakan, duit kada baisi itu. Mun ada jua, radio buruk nang itu banaham dijualnya,” jar Tulamak manambahi sambil tatawa.

“Wan jua, inya katuju banar wan Spanyol, kada mungkin inya kalah bataruhan,” jar Garbus manimpali.

Panasaran bubuhannya mandatangi si Palui nang mandam tadi. “Kanapa Lui, pina taungut, maka Spanyol manang samalam,” ujar Garbus batakun.

“Aku katuju banar spanyol manang, tapi, aku manyasal kanapa Spanyol manang,” jar Palui manjawab pina pusang.

“Ai, ikam sabujurannya mandukung Balanda kah kaya aku,” jar Garbus manakuni pulang.

“Bah, baapa aku mandukung nagara nang manjajah kita,” jawab Palui sambil marangut.

“Imbah tuh kanapa Lui,” jar Tulamak manakuni pina panasaran.

“Gara-gara manang Spanyol, aku bamasak surangan, manapas baju surangan. Biniku kada tapi mau baingun anak, sampai-sampai digawil tangah malam kada hakun jua,” ujar Palui masam.

“Haw...kanapa jadi kaya itu, Lui,” jar Tulamak makin panasaran.

“Biniku tuh katuju banar wan si Sneijder, pamain Balanda tuh. Inya katuju banar wan gundulnya jar. Jadi, pas Balanda kalah, inya kuhuluti banar,” jar Palui bakisah.

“Rupanya, inya sarik banar lalu maraju. Dipandiri kada manyahuti, apalagi pas digawil, pasti majulung balukuk,” ujar Palui pina sadih banar.

“Bah, salah ikam jua Lui ai. Mun kaya itu sabar ai, kalu pina Piala Dunia 2014 kaina Walanda nang manang,” ujar Garbus mahibur.

“Umai, pacang mahadangi ampat tahun lagi, lucut kawan. Baik manang, mun kalah, gawat banar,” jar Palui ta uling kapala.
dikutip dari Bpost untuk Versi Bahasa Indonesia nanti ku Artiin dehh tenang aja

Readmore a.k.a selengkapnya

Kamis, 01 Juli 2010

Haruskah aku mundur??

yah read this title, harus kah aku mundur dari jabatan ku sekarang?? dari jabatan memipin sebuah komunitas basket jalanan yang ada di Kalimantan Selatan, yah kenapa aku berpikir seperti ini?? sekarang aku bukanlah pelajar, yang biasanya tiap sore ada waktu santae, sekarang aku bukanlah seorang Mahasiswa yang terkadang sore tidak ada jadwal kuliah, sekarang aku bukanlah pengangguran yang gak ada kerjaan, yah aku sekrang dah kerja, dan kerjaan ku merupakan kewajibanku karena aku hidup dari apa yang ku kerjakan, haruskah aku menduakan pekerjaanku?? haruskah aku menduakan jabatan ku di komunitas?? aku sudah berusaha untuk semaksimal mungkin untuk megang dua duanya, tapi apalah daya, waktu kerja yang overload sehingga sangat jarang sekali berolahraga, dan yah tekanan dari para petinggi petinggi komunitas yang sudah besar dari pulau seberang dan yah memimpin sebuah komunitas yang ada di dua kota dengan bantuan dari anggota yang terbatas dan jarak kota yang lumayan jauh membuat ku berpikir lebih dari 7 keliling, disamping pikiran tentang pekerjaan ku sendiri yang huamm lumayan ribet.
yah orang yang ditugasi untuk memipin disalah satu kota juga gak jalan??? gimana aku bisa melaporkan hasilnya, dan awalnya aku sudah pengen mengundurkan diri setelah sekitar tiga bulan tidak ada kemajuan dari suatu komunitas tersebut,tekanan dari petinggi terus berdatangan sampai dibliang jangan cuma nenbeng nama besar dari kami namun aku berpikir selemah itukah aku??? yah aku berusaha sampai pada akhirnya tiba event salah satu basket jalanan itu ada, dan team kita kalah, dan bikin malu nama komunitas itu di pulau seberang, dan sampaisekarang aku belum bisa melatih dan latihan bareng mereka karena itu karena pekerjaan ku aku harus berangkat ke kota ini, kerja di kantor sampai malam, dan berangkat lagi ke kota lain, belum lagi aku harus kuliah dari sore sampai malam, apakah mungkin aku bisa memikirkan itu??? it's ......... dan yah aku pengen mundur, namun stelah aku mundur apakah komunitas ini masih berdiri?? tapi ku harap komunitas itu tetap berdiri dan semakin tangguh dengan mundurnya aku, aku mundur bukan berarti aku keluar dari komunitas itu, aku tetap ada dikomunitas itu namun hanya sebagai seorang pemain. berharap tulisan ini dibaca oleh petinggi petinggi sono, biar mereka bisa menentukan. maafkan diriku, maafkan aku teman teman , hanya dari tulisan ini aku bisa bercerita hanya dari tulisan ini aku curhat, dan yaa keep respect Bro, we are a bug family
Readmore a.k.a selengkapnya