Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

merindu MU

wew lumayan banyak kerjaan, namun waktu nge refresh email eh ada pesan yang subjecnya merindu MU, awalnya aku bingung apa seh isinya waktu ku buka Subhanallah semua petuah yang menyadarkan aku betapa pentingnya membaca al qur an, isi dari email tersebut adalah seperti ini


Assalamu’alaikum wr.wb

Bismillah…. ringankan jari untuk “KLIK FORWARD” dan niatkan sebagai sedekah harian, “sampaikan walaupun hanya satu ayat” Baraakallaahu fiikum.

Bila Al Qur'an Bicara

Oleh Dedi Junaedi


"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al A'raaf <7> : 36).


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudlu' aku kau sentuh, dalam keadaan suci, aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.


Sekarang engkau telah dewasa... Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku... Apakah aku bacaan usang yang hanya menjadi sejarah... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?


Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.


Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau. Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi... engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang... engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...


Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah). Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.


Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu. Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.


Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk. Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah. Waktupun cepat berlalu... aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio, komputer, dapat memberimu pertolongan? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...

Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu.. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu. Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati... Di kuburmu nanti.... Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat. Tapi Akulah "Al Qur'an" kitab sucimu Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari

Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci

Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...

Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu

Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu

Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Sentuhilah aku kembali...

Baca dan pelajari lagi aku....

Setiap datangnya pagi dan sore hari

Seperti dulu....dulu sekali...

Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...

Di surau kecil kampungmu yang damai


Jangan biarkan aku sendiri....

Dalam bisu dan sepi....

yah cerita petuah diatas kayaknya sangat tepat dengan keadaan anak muda zaman sekarang, semoga dengan membaca forwatan ini kita semua sadar. semua kebenaran hanya milik Allah Semata, tetapi jika ada kesalahan saya mohon maaf karena manusia tidak lepas dari yang namnya khilaf dan manusia tidak lah sempurna

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"

Readmore a.k.a selengkapnya

Minggu, 21 Desember 2008

maksiat penyebab bencana

Maksiat Penyebab Bencana, Taubat Menghilangkannya

Oleh : Uti Konsen.U.M

“Musibah lebih disebabkan oleh perbuatan maksiat. Dan bencana dapat dihindari dengan memperbanyak taubat “ kilah Amru Khalid dalam bukunya Ghayyir Nafsaka. Ali bin Abi Thalib KW mengungkapkan : “Bencana kerap disebabkan oleh kemaksiatan. Dan hanya taubatlah yang dapat memalingkannya.”

Adam AS diusir dari surga, karena maksiat. Iblis mendapat laknat dari Allah, karena maksiat. Kaum Nuh ditenggelamkan, karena maksiat ( Al Qamar 11-12 ). Allah SWT menenggelamkan Fir’aun, karena maksiat ( Al Qashas 40 ). Kaum Luth dibinasakan Allah SWT karena maksiat ( Al Hijr 74 ). Kaum ‘Ad dan kota mereka yang tidak tertandingi, dilenyapkan Allah SWT karena maksiat ( Al Ahzab 9 ). Bani Israil, diazab Allah juga karena maksiat ( Al Isra 5 ). Rasulullah SAW bersabda : “Bila terjadi kemaksiatan di umatku, maka Allah akan memberikan azabnya untuk semua.” HR.Ahmad ). Kemudian Rasul SAW mengingatkan : “Kalian harus mewaspadai dosa-dosa kecil. Kelak ia akan menumpuk dalam diri seseorang dan kemudian membinasakannya.“ ( HR.Ahmad ).

Ketika Umar bin Khattab RA melepas pasukan perangnya, khalifah kedua ini berpesan : “Aku tidak takut dengan musuh-musuh kalian. Aku hanya takut bila kalian berbuat maksiat. Sebab bila kalian berbuat maksiat, Allah tidak akan menolong kalian “.

Ketika pasukan Muslimin menaklukkan Qurbus dan memukul mundur pasukan adidaya Romawi, sementara kaum Muslimin merayakan kemenangannya, Abu Darda menangis. Ketika ditanya sebabnya, sahabat besar ini menjawab “Aku menangisi umat yang telah melakukan kemaksiatan. Allah kemudian meminggirkan mereka.”

Satu hari Anas bin Malik bertanya kepada Aisyah RA : “Ibu, terangkan kepadaku tentang gempa yang terjadi.” Ummul Mukminin ini menjawab : “Gempa terjadi bila maksiat merejalela. Zina adalah pemandangan yang lumrah. Minuman keras menjadi konsumsi umum dan dosa-dosa besar tidak lagi luar biasa. Allah pun kemudian memerintahkan timpakan gempa pada mereka,“ jelas Siti Aisyah RA.

Anas bin Malik ketika melihat ada yang meremehkan dosa-dosa kecil berkata : “Kalian telah banyak melakukan perbuatan dosa kecil yang di masa Rasulullah merupakan dosa-dosa besar yang dapat membinasakan.” Lalu beliau membaca firman Alah : “Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar “ ( An-Nur 15 ).

Ujar Ibnu Qayyim, “Janganlah dirimu pernah merasa tenang setelah melakukan maksiat. Karena tidak ada dosa yang tanpa sangsi. Anda yang bangga dengan maksiat, lebih dibenci Allah dari sekedar maksiat yang dilakukan “ Simak Al An’Am 44.

Dalam satu hadis qudsi, Allah SWT berfirman : “Aku adalah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Aku. Bila dipatuhi Aku senang, dan bila didurhakai, Aku akan murka. Bila Aku murka, Aku akan melaknat hingga tujuh turunan.”

Seorang ulama salaf berkata : “Setiap seorang hamba berbuat dosa, bumi tempat ia berdiri meminta keizinan Tuhan untuk membenamkannya dan langit yang di atas kepalanya memohon izin untuk gugur menimpanya, tetapi Tuhan berfirman pada langit dan bumi itu. ‘Tahanlah bahaya untuk hamba-Ku dan beri dia waktu. Mungkin dia bertaubat kepada-Ku lalu Aku ampunkan dan mungkin saja dia menggantikan kerja buruknya dengan amalan yang baik, lalu Aku gantikan dosanya dengan pahala.” Inilah yang dimaksud dengan firman-Nya “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi dari terjatuh dan kalau keduanya terjatuh tiada seorang pun yang akan menahan selain Dia “ (Fatir 41 ).

Untuk mengatsi maksiat, ujar Amru Khalid dalam bukunya Ghayyir Nafsaka, anda harus memiliki niat dan tekad untuk meninggalkannya. Sebab Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “ ( Ar-Rad 11 ).

Dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda : “Setiap orang terbaik diantara yang bersalah adalah yang bertaubat “ ( HT.Turmuzi, Ibnu Majah dan Al Hakim ). Allah SWT Maha Pengampun. Firman-Nya “Dan mintalah engkau ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “ ( Al Muzammil 20 ).

Dalam hadis qudsi Allah SWT berfirman : “Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku, berharap dan meminta ampun. Niscaya Aku mengampunimu dan tak Kupedulikan ( berapa besar dosamu ). Wahai Anak Adam, seandainya dosa-dosamu menumpuk hingga mencapai sejauh mata memandang langit , lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau menjumpai-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan kamu ketika mati berada dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Ku, niscaya Aku menyambutmu dengan ampunan sepenuh bumi pula “ ( HR.Turmuzi )

Siti Aisyah RA bertanya kepada Rasul SAW : “Wahai Rasulullah, apakah ada umatmu yang nanti dapat masuk surga tanpa hisab ? “Beliau menjawab : “Ada, yaitu orang yang mengenang dosanya lalu dia menangis.“ Malik bin Dinar berkata : “Menangis karena menyesali kesalahan mengeringkan kesalahan itu, sebagaimana angin mengeringkan daun basah.“ Dalam satu hadis Rasul SAW menerangkan bahwa mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah, tidak akan disentuh oleh api neraka “

Hari terbaik bagi kita adalah ketika kita bertaubat dengan sungguh – sungguh dan Allah menerimanya. Taubat merupakan anugerah terbesar yang dikaruniakan Allah kepada kita agar dapat meraih surga-Nya bersama orang-orang yang dipilih-Nya. Wallahualam. Readmore a.k.a selengkapnya