Kordinator Aksi Pengumpulan 1.000 ton koin Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan selatan Fahrul Raji mengatakan, aksi ini dilatarbelakangi oleh pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Kalimantan Selatan secara terus menerus.
"Didasari di pemadaman secara bergilir, kita kumpulkan koin secara independen," kata Fahrul, saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Fahrul menambahkan, aksi ini dilakukan untuk mendesak Gubernur dan anggota dewan membentuk panitia secara independen untuk membangun pembangkit listrik secara independen.
Fahrul mengungkapkan pembangunan pembangkit listrik independen adalah bentuk ketidakpercayaan kepada Pemerintah Pusat. Karena itu, menurutnya sudah banyak kekayaan alam di Kalimantan khususnya di Kalsel yang disumbangkan untuk pemerintah pusat. Meskipun begitu, pemerintah Pusat tidak memberi kontribusi kedaerah tersebut.
"Kita selalu kasih sumber daya alam ke Pemerintah Pusat tetapi enggak ada kontribusi dari Pemerintah Pusat. Kami enggak percaya sama Pemerintah pusat, kami kecewa, memang semua diam," tambah Fahrul.
Sebagai informasi, aksi pengumpulan 1.000 ton koin untuk pembangunan pembangkit listrik independen dimulai sejak hari ini. Jika nanti uang pengumpulan koin tersebut tidak cukup, dia bersama rekan-rekannya mengaku akan melakukan iuran meminta dana kepada pengusaha seluruh Kalsel. Uang ini akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik.
"Dari uang koin, kalau kurang dari pengusaha dan masyarakat Banjarmasin, tetapi sementara belum kita rencanakan," tegas Fahrul.
Hari Ini Koin Pembangkit Listrik Independen Diserahkan ke Gubernur
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswa Kalsel perwakilan masing-masing Posko Koin akan menyerahkan semua hasil penggalangan koin pembangkit listrik independen kepada Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Selasa (30/10). Rencananya, mereka bergerak menuju rumah dinas orang nomor satu di provinsi ini pukul 10.30 Wita.
Presiden BEM KM Unlam, M Pajeri mengatakan, selain menyerahkan semua hasil penggalangan Koin Pembangkit Listrik Independen (PLI) itu, pihaknya juga mendesak Gubernur Kalsel untuk menandatangani MoU Percepatan Pembangunan Panitia PLI.
"Kami juga mendesak agar pak gubernur membentuk tim studi kelayakannya. Saatnya kemandirian energi untuk Kalimantan, utamanya Kalsel," katanya.
Sebelumnya, para mahasiswa menggalang aksi pengumpulan koin untuk pembangunan pembangkit listrik independen sejak 15 Oktober lalu, menargetkan seribu ton koin. Aksi mereka juga mendapat dukungan dari aktivis yang tergabung dalam Forum Peduli Banua.
Hal itu karena seringnya terjadi pemadaman listrik di provinsi yang kaya batu bara ini. Aktivis pun menuntut pemenuhan energi listrik di Kalsel, salah satunya dengan menggelar aksi penggalangan koin untuk pembangunan pembangkit listrik independen tersebut.
Koin Untuk PLI Itu Diserahkan ke Gubernur
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Sejumlah mahasiswa menyerahkan koin untuk Pembangkit Listrik Independen yang berhasil dikumpulkan kepada Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Selasa (30/10/2012) di Banjarmasin.
Koin dan uang kertas senilai Rp 3,4 juta lebih itu mereka kumpulkan selama dua pekan sebagai wujud keprihatinan atas krisis listrik yang terjadi di Kalsel.
Penyerahan dilakukan di halaman Rumah Dinas Gubernur Kalsel yang bersebelahan dengan Gedung Mahligai Pancasila. Mahasiswa berusaha masuk menemui Gubernur yang saat itu tengah mengikuti Rapat Koordinasi Pengembangan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Wilayah Tengah dan Pencanangan Kalsel sebagai Pelopor Penyelenggara Pendidikan Inklusi di Gedung Mahligai Pancasila. Setelah menunggu cukup lama, Rudy akhirnya menemui mahasiswa.
Mahasiswa mendesak pemerintah daerah bersikap tegas untuk mengatasi persoalan listrik di wilayahnya. Mereka menilai kondisi listrik PLN sudah kronis. Ini dibuktikan dengan seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah yang notabene merupakan lumbung batubara nasional.
Rudy menyatakan menghargai upaya yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat dengan mengumpulkan koin sebagai wujud kebersamaan. Apa yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan pertimbangan.
Namun demikian, menurut Rudy, kebijakan soal kelistrikan telah diatur oleh undang-undang. "Saya sebagai gubernur sejak 2007 sudah minta kepada pemerintah pusat agar pelaksanaan kebijakan kelistrikan diserahkan ke daerah. Saya jamin waktu itu di depan sidang kabinet bahwa dua tahun, insya Allah, kami bisa membenahi. Namun sampai sekarang rupanya regulasinya tetap," ungkap Rudy
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Target Awal 1000Ton Koin untuk membeli pembangkit tapi realisasinya cuman sekitar 25 kg.
mampukah uang sebesar 3,4 jt diatas untuk membangun pembangkit independen??
haruskah ada perusda yang mengurusi sistem kelistrikan??
kalau membandingkan dengan listrik di pulau jawa, sama kah keadaan geografisnya dengan dikalimantan?
dan satu hal yang saya bingung sebagai orang awam, kenapa mengumpulkan koin yg nominalnya lebih rendah dibanding mengumpulkan uang kertas yang tentunya hasilnya bakalan lebih banyak dan lebih bermanfaat kalau benar-benar ingin membangun pembangkit independen.
Readmore a.k.a selengkapnya


