terkadang sering juga baca "cowok yang sudah dapat perkerjaan dan mempunyai penghasilan yang mapan, tapi kuk pengennya pacaran terus yah?? (eitss khusus buat yang belum menikah) "
Mapan bukan maju Terdepan seperti slogannya kota Banjarbaru tapi Mapan yang diliat dari apa yang didapatnya, tapi juga harus diliat dari pengeluarannya, contohnya sesorang belum bisa dikatakan mapan apabila pengeluarannya lebih dari penghasilannya ( lah kalaunya lebih berarti ngutang nih ) hikhikhik , seseorang juga belum bisa dikatakan mapan apabila penghasilan sama sareng (biasa sulee bilang) pengeluaran dan artinya itu orang gak punya tabungan ,kalau menurut saya Mapan itu berarti dia mempunyai tabungan dan bisa memanage penghasilan sehingga pengeluarannya akan terus ditekan tiap bulan dan tabungannya akan bertambah, hemat Pangkal Kaya bukan berarti orang hemat itu pelit, tapi mereka menabung untuk masa depan dan untuk keperluan darurat yang sewaktu waktu muncul.
haruskah seorang yang sudah mapan harus menikah?? disini kita liat dulu yang paling penting adalah
1. umur , apabila umur sesoerang tersebut diatas 25 tahun ya sangat diwajibkan untuk menikah karena sangat baik untuk anaknya kedepannya, kalaunya menunda menikah yah nanti takutnya anaknya belum lulussekolah belum dapat pekerjaan orang tuanya udah pensiun dan penghasilannya berkurang, kalaunya yang kurang dari 25 tahun sebaiknya dipikirkan secara matang karena kalaunya tidak dipikirkan secara matang akan sering terjadi perselisihan dan tidak jarang menjadikan seorang Jamu a.k.a Janda Muda atau Dumu a.k.a Duda Muda.
2. Kebutuhan Rumah Tangga, yah sebelum menikah ini yang harus dipikirkan, kebutuhan rumah tangga sangat penting contohnya adalah Rumah, masa menikah gak punya rumah dan selalu ikut orang tua??, sanggupkah penghasilan kita untuk mebiayai pengeluaran kita selama berkeluarga?? kalaunya ini seh bisa hemat bung heheheheh
3. Kesiapan Lahir dan Batin untuk berumah tangga, Dia Mapan, Punya Rumah namun Lahirnya siap tapi batinnya tidak siap ya tidak bisa dipaksakan karena apabila batin tidak siap itu akan menyebabkan pertengkaran, jadi harus siap lahir batin duludunqq
4. Restu dari Orang Tua, ini yang penting karena tanpa restu dari orang tua pernikahan itu tidak akan berjalan dengan lancar percaya deh !!!
mungkin tulisan ini cukup segitu aja, mohon kalaunya ada saran atau kritik bisa dikasihkan langsung koment dibawah ini
terima kasih bagi yang sudah berkunjung
Readmore a.k.a selengkapnya
Sabtu, 25 September 2010
MAPAN
Rabu, 22 September 2010
qoutes #1

Hidup Itu susah jika itu kamu bodoh, makanya harus pinter jadi orang biar gak hidup susah
Readmore a.k.a selengkapnya
Kuliah Kuliah
Akhirnya aku memulai kuliah lagi dengan sambil kerja, pagi masuk kerja sore malamnya langsung kuliah, yah keliatan nya capek, tapi kapan lagi bisa kuliah kalaunya gak saat itu, hari itu pun tiba dimana aku kembali memasuki masa perkuliahan , kenapa disini ku bilang memasuki perkuliahan karena aku sudah pernah kuliah sebelumnya dan udah lulus yaitu waktu kuliah diploma 1 (D1).
Sore itu tiba dan ya sperti ku bayangkan sebelumnya kerjaan ku belum selesai dan jam kuliah pun sudah dimulai, terpikir minggu pertama kuliahkan biasanya pada semangat kuliah, dosen dan mahasiswa sama sama semangat. berangkat ke kantor dengan terburu buru dan masih menggunakan pakaian kerja yaaaa sesampainya dikantor apa yang didapat?? ternyata dosennya tidak masuk ohh really really ada apa ini?? reality cuyyy aneh sangat gimana mahasiswa mau tau dosennya kalaunya dia gak masuk, karena kami masih semangat untuk kuliah jadi kami nunggu sampai jam kuliah hampir berakhir, pulang kerumah saat magrib pulang kemudian mandi dan sholat, kebetulan harinya hujan, akhirnya minta jemput sama temen aku yang naik mobil, berangkat ke kampus dan apa yang dilihat?? hanya sebuah ruang kosong dan sepi dengan penghuni yang berada di luar semua saat ditanya, Ada dosennya?? gak tau gak tau parah dah nih.
hari kedua kuliah berangkat lagi ke kampus dengan semangat walaupun kembali pakaian kerja tidak le[as dari badan , sampai dikantor biasa nunggu sebentar dan bercengkrama dengan teman teman baru dan ya tanpa disadari dah hampir jam 6 dan seorang dosen pun lewat, bertanya kepad kami " mata kuliah apa??" tanya dosen itu, kami menjawab "Bahasa Inggris" dan dosennya itu kembali menjawab " Oh bahasa inggris tadi ibunya gak masuk cuman nitip bahan aja dan tugas bisa diambil diruang dosen" wew wew wew lebih yahutttt euyy namun disini kedewasaan kita di uji, antara yang mahasiswa dan yang baru lulus sekolah, kalaunya baru lulus sekolah mungkin akan ngomel, dan bilang " diajari aja belum sudah tugas, gimana kit amau ngerjain??", kalaunya orang berpikir dewasa pasti, ya mari kita kerjakan dan tanpa berpikir panjang. dosen malam pun masuk cuman ngasih gambaran sebentar tentang gimana mata kuliah beliau dan kemudian pulang.
menurut pendapat saya harusnya kalaunya diwal awal kuliah bukan hanya mahasiswa yang semangat, tetapi dosennya pun semangat sehingga untuk kedepannya mahasiswanya semangat, namun kalaunya dosennya gak terlalu semangat mahasiswanya pun akan seperti itu apalagi mahasiswa yang masih labil bisa dikatakan mereka akan malas masuk, dan seharusnya akademik atau dosen tak boleh bilang "minimal kalian masuk Tiga Kali aja untuk kelas malam" dan ya itu akan membuat mahasiswa semakin malas masuk kuliah, dia berpikirnya akan masuk kuliah tiga kali itu aja ya itu pada Awal Semester, Ujian tengah semester a.k.a UTS dan ujian akhir semeters a.k.a UAS. ayoo dong civitas akademika dan dosenn semangat kobarkan semangat semangat mu ayooooo

